Jadi orang laen itu ga enak!!! *Hey..itu bukan gw!!*

ada yang udah baca novel teenlit ini??? yaaa..memang kayak ga nyadar umur sih, baca beginian kyk yg masih ABG labil aja…hahaha… (tapi memang gw masih suka labil kok..hahah)

ceritanya sederhana, bikin ketawa ketiwi, nghibur, ngakak abiz…

tau ga gw belajar apa dari baca ni novel??

—> cuma diri kita sendiri yang tau kita seperti apa dan bagaimana. Tetep jadilah dirimu sendiri, walau mmg perlu diakui memang diri gw sendiri agak aneh. Hahahaha… tapi gw seneng dengan diri gw yang sekarang. Toh,,orang2 jg lebih seneng kita apa adanya. (Yaaa…klo ga suka, siapa sruh jg dia ga suka…wkwkw)

pengen tau ceritanya kyk apa??? yaaa…baca aja sendiri deh…biar puas…hahahaha…

Thanks buat Abmi Handayani dan Dalih Sembiring…cerita kalian, inspiratif banget!!! :D

Karena Kau Tidak Sendiri, Sayang!! :)

Entah kenapa akhir-akhir ini sering merasa sendirian. Terlalu capek dan bosen, semua selalu ditangani sendiri. Batin berkata, “Bosen juga terlalu mandiri!”

Ahhh..capek. Saat saya btuh seseorang, sesuatu, ataupun apapun yang membuat saya terkesan manja, semua tidak terima, karena itu sesuatu yang aneh, bagi mereka. Tapi hey!! saya juga perempuan seperti kebanyakan. Butuh seseorang yg bisa apa adanya menemani dalam kesendirian dan tetap jadi diri sendiri.

Sesekali menyesal, karena tidak pernah menghargai saat ada seseorang yang bisa melakukan sesuatu tersebut dengan ikhlas. Sesekali merasa ga ada harganya, karena tampaknya cuma bisa melalui apa-apa sendiri.

Saat pulang larut malam, sering sekali merasakan iri pada perempuan-perempuan yg bisa ditemani pulang saat lembur malam. Sedangkan saya, yaa…cm bisa pulang bersama si “Vega” ataupun “Blade”, ditemani alunan lagu dari mp3 player tersayang.

Tapi seorang kawan pun berkata,

“jangan merasa kau terlalu super power, karena itu akan membuat segalanya harus sesuai dengan egomu. Tapi jangan menjadi terlalu lemah, karena hanya membuat kau kebanyakan mengalah pada keadaan dan tak bisa berkembang. Jalani saja yang sudah ada, karena itu lah yang membuatmu beda dari yang laen. Karena sangking sayangnya Tuhan pada mu, Dia pun memberikan segala kelebihan itu.

Jangan lupakan, bahwa ibumu, ayahmu, sahabat-sahabatmu, termasuk aku, akan selalu sayang padamu. Tapi dengan cara kami yang berbeda. Begitupun dengan Tuhan. Jadi, jangan pernah sendiri yaa.. “

Haaa…terlau sering menjalani apa-apa sendiri, memang membuat kondisi seakan-akan tidak ada yg peduli. Tapi ingatlah, ternyata banyak yg perhatian dan sayang pada saya, kamu, ataupun kalian. Tapi caranya mungkin berbeda.

Terimaksih untuk nasihatnya kawan.. :)

Belajar Tentang Cinta Dari Ali bin Abi Thalib

mengambil dari sumber lain…semoga bermanfaat, dan membantu pencerahan… Terimaksih untuk yang telah mempublishnya, karena telah membantu kegundahan hati saya bnyk berkurang.. :)

barangkali diantara teman2 pun sdh ada yg tau… bagi yg sdh tau, sama2 mengingatkan, dan yg belm tau, insyaallah menambah cerita baru…

“Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik.” (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)

SIapa yang tidak kenal dengan seorang Ali bin Abi Thalib?.  Dia adalah contoh luar biasa untuk para remaja terutama hal yang berkaitan dengan merah jambu (a.k.a cinta). Tapi jangan samakan Ali dengan cerita cinta Julius Cesar yang rela kehilangan kehormatan, kesetiaan dan bahkan negaranya demi si Ratu Penggoda, Cleopatra. Bukan juga, seperti kisah serumit Romeo & Juliet yang rela kehilangan keluarga, dan tentu saja nyawa. Bukan cerita mirip Laila Majnun  yang buta karena cinta. Dia tidak berlaga seperti Cassanova apalagi sebagai seorang Arjuna. Ketampanan Ali pun tak seperti Nabi Yusuf A.S. Ali juga tidak mengerti kata-kata Jalaluddin Rumi : “cinta akan membuat yang pahit menjadi manis dan dengan cinta tembaga menjadi emas dengan cinta yang keruh menjadi jernih dan dengan cinta, sakit menjadi obat dengan cinta yang mati akan menjadi hidup dan cintalah yang menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya dari pengetahuanlah cinta seperti tumbuh”. Dia hanyalah seorang yang menyandarkan rasa cintanya kepada Allah Swt.



 

Ali bin Abi Thalib seorang yang tidak tahu kalau dia sedang jatuh hati pada seorang Fatimah. Terpesona karena kesantunannya, ibadahnya, kecepatan kerjanya, dan parasnya. Ia mulai benar-benar sadar ketika Fatimah membela ayahnya Rasulullah Saw di depan para pemuda Quraisy. Hatinya pun mulai bergetar ketika seorang Abu Bakr Ash Shiddiq R.A melamar Fatimah. “Allah mengujiku rupanya” kata itulah yang keluar dari mulutnya. Ia merasa diuji karena merasa Ia dan Abu Bakr tidak sebanding. Mungkin karena ia bukan kerabat dekat nabi seperti Ali tapi keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah banyaknya tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr. Utsman, Abdurrahman bin Auf, Zubair, Saad ibn Abi Waqqash. Ini yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang pemuda yang kurang pergaulan seperti Ali. Bagaimana dengan Finansial??jelas sangat jauh. Ali hanya seorang pemuda miskin. Ia bergumam “Inilah persaudaraan dan cinta. Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, dan aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah atas cintaku. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilahkan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan”.

Waktu pun berlalu, Allah menumbuhkan tunas harap di hatinya kembali setelah mengetahui dan terheran-heran karena lamaran Abu Bakr ditolak. Namun, ujian lain datang kembali. Kali ini yang melamar Fatimah adalah seorang Al Faruq siapa lagi kalau bukan Umar ibn Al Khaththab. Seorang laki-laki yang sejak masuk islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka. Seorang laki-laki yang membuat syaitan takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. Ali pun sadar dilihat dari segi apapun sangat jauh dan ia pun ridha. “Umar lebih layak. Inilah persaudaraan dan cinta. Aku mengutamakan Umar atas diriku, dan aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah atas cintaku. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilahkan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan”.

Semenjak itu seorang Ali pun tidak pernah berhenti memperbaiki dirinya hingga pada suatu ketika mendengar lamaran umar ditolak. Ia bingung sebenarnya menantu seperti apa yang diinginkan Rasul. Akhirnya dengan keberaniannya dan bermodal dorongan dan dukungan dari sahabat-sahabat ansharnya, ia berangkat  untuk melamar Fatimah. Dan dengan bingung Ali hanya diberi jawaban “Ahlan wa Sahlan”. Mendengar hal tersebut para shabat ansharnya memberikan selamat bahwa artinya lamarannya diterima. Ali pun kaget bukan main. Dan Ali pun menikahi Fatimah dengan menggadaikan baju besinya karena itu merupakan harta dia satu-satunya. Fatimah tidak melihat hartanya tapi melihat betapa hebat pengorbanannya, melihat keistiqamahan dalam memperbaiki dirinya dan kecerdasannya dalam menilai kelemahan dirinya.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, Umar, dan Fatimah. Dengan keneraniannya untuk menikah. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. Ali adalah gentleman sejati. Tidak aneh kalau pemuda di arab sering berucap “Laa fatan illa Aliyyan”. Tak ada pemuda kecuali Ali. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilahkan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan”.

Ternyata hal yang sama dilakukan oleh Fatimah. Dalam suatu riwayat, ketika Ali dan Fatimah sudah menikah, Fatimah berkata kepada Ali “maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah merasa jatuh cinta satu kali pada seorang pemuda”. Ali terkejut dan berkata “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku?dan siapakah pemuda itu?. Sambil tersenyum Fatimah berkata “ya, karena pemuda itu adalah dirimu”. So Sweet. . .Sungguh romantic. Tapi esesnsinya bukan disitu. Kisah ini ada agar kita lebih banyak belajar bahwa ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama sebelum mereka menikah tetapi denga rapat keduanya menjaga perasaan itu. Perasaan yang insya Allah akan indah pada waktunya.

Ali dan Fatimah adalah sebuah kisah yang sebenarnya dapat membuat kita belajar bahwa cinta itu bukan suatu kata benda yang mungkin dapat dipertuhankan sehingga membuat buta tentang fitrah yang telah diberikan Allah tersebut. Apa yang Ali lakukan tentang cinta adalah sebuah kata kerja. Sebuah kata kerja yang dapat menyandarkan cintanya kepada Sang Pencipta.  Sebuah kata kerja yang membuat dia terus memperbaiki diri. Sebuah kata kerja yang membuat dia sadar akan kelemahannya. Dan sebuah kata kerja untuk belajar dan mendengarkan hati nuraninya.

Sumber : Jalan Cinta Para Pejuang: Salim A. Fillah, 2008

Surat untuk para ikhwan : Kireina Hana (thread terbaik my Qur’an 2004)

kalimat yang terus teringat dan membuat saya jauh lebih menghargai cinta:

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilahkan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan.

Macet vs Sabar

hari ini, 2 September 2010. Perjalanan pulang yag biasa ditempuh hanya dalam waktu 15 menit, hari ini ditempuh hingga hampir 1 jam lebih. Penyebabnya, karena hal sepele. MACET!!

Macet akibat tidak sabar, mau menang sendiri, mau duluan, ga sabaran, dan istilah-istilah lain yang kebanyakan menjadi penyebab macet pada umunya. (haaa….intinya sih karena ga sabar…haha).

Kemacetan kali ini disebabkan karena keegoisan para pengendara motor. Sebagian besar motor, seneng bgt ya ngambil lahan jalan untuk arah yg berlawanan, aplg posisi pas ditikungan atau belokan… Bayangkan saja, kendaraan dari arah berlawanan tersendat, gara-gara motor numpuk di jalur sebelah kanan. (Gila…20 menit jalan gitu aja diem ga bergerak!!)

saya jg pengendara motor, tp setidaknya saya masih sadar bahwa tindakan tersebut (re : numpuk/nyelip di jalan jalur kanan atau jalur berlwanan) adalah tindakan yg membuat orang berkata “Cape Deh!!”…hehehe…

Ga perlu pada sewot juga, ampe klakson kenceng-kenceng. Semua juga sedang merasakan macet yang hampir tak bergerak ini. Ditegur polisi, ga perlu juga ampe bilang, “Bapak lagi nyari mangsa ya?”… ckckck…

Kapan Indonesia mau tertib lalu lintasnya kalo orang-orangnya masih ga sabaran begini… *prihatin*

Duhhh…mudah-mudahan semua pengendara dan pemakai jalan, baik pengendara motor, mobil, anglot, bis, dan lainnya, bisa tetap tertib berlalu lintas. Dan sabar aja klo mau nyelip, ntr jg ada kesempatan kok… hehehe… :D

Sabar Ternyata Sulit (Ga Enak Jadi Pengguran..)

Sudah hampir sebulan, sidang berlalu. So, status pengangguran tentunya sudah cukup lama dijalani. Hari-hari dilalui dengan menyelesaikan urusan administrasi di kampus. Selebihnya saya mencoba untuk mengisi dengan mengirim lamaran ke beberapa perusahaan telekomunikasi.

Ya, cukup banyak CV dan surat lamaran yang saya kirimkan ke beberapa perusahaan telekomunikasi. Dan dari sekian puluh lamaran yang dikirim, hanya 3 perusahaan yang memanggil saya untuk interview. Haaa…cukup miris ternyata. Bisa di akui, jumlah pengangguran yang begitu banyak ga imbang dengan kebutuhan diperusahaan.

Dan saya pun menjalani ketiga interview tersebut. Walaupun menjalani dengan seadanya, karena jangankan untuk mempersiapkan belajar dulu, mencari sarana transportasi dan mempersiapkan fisik untuk berangkat, ternyata ribet jg. (Maklum interviewnya bukan di bandung..tapi di Jakarta).

Salah satu interview, saya dipanggil di salah satu perusahaan sub-kontraktor di bidang IT. So far, setelah saya menjalani tidak terlalu menegangkan. Banyak pertanyaan seputar Network dan CCNA. Alhamdulillah saya bisa menjawab, walau tidak tahu tanggapan user yang menginterview saya. Dan saya disuruh menunggu kabar, saya dipanggil lagi atau tidak sebelum 31 Agustus 2010. Haaa…nunggu lagi deh pemberitahuan. (Nungguin kabar lagi butuh kesabaran tinggi ternyata…ckckck…)

Interview yang kedua, saya dipanggil di salah satu perusahaan Sub-kontraktor Telekomunikasi yang cukup ternama. Tapi karena kondisi kesehatan dan lokasi yang cukup ribet, akhirnya saya memutuskan untuk membatalkan interview.. (yaa..sayang sih. Sabar…sabar… ternyata kondisi seperti ini jadi penguji kesabaran seorang pelamar fresh graduate seperti saya…ckckck)

Interview yang ketiga, saya dipanggil di salah satu perusahaan operator telekomunikasi besar di Indonesia. Wah, pertama kali dapet panggilan interview, cukup sumringah juga (re : senang). Ya,,seperti biasa, saya pun mempersiapkan keberangkatan, dan hanya mempersiapkan materi yang mungkin akan ditanyakan saat interview dengan seadanya. Yaa…karena akibat seadanya, hampir beberapa pertanyaan ga bisa dijawab dengan baik… (Haaa…payah ya?? kuliah 3 tahun ga bisa apa2…ckckck). Yang ada, bukannya saya yg menjelaskan yang saya tau, malah yang interview saya yang menjelaskan materi yang saya tidak tau itu. Ada hikmahnya sih, saya seperti dapet kejutan yang membuat saya untuk berjuang lagi dan belajar lebih baik lagi. Dan lagi-lagi saya disuruh menunggu kabar hasil interviewnya nanti. (Haa…nunggu lagi deh…ckckck…)

================================================

Dan sekarang 26 Agustus 2010, saya belum mendapatkan kabar apapun dari hasil interview2 tersebut. Seperti orang yang harap2 cemas saat ikut hasil sleksi Perguruan Tinggi, tapi jika seleksi perguruan tinggi ada batas waktunya, sedangkan yang ini tidak. Haaa…benar menguras pikiran dan rasa penasaran, apa hasilnya, gimana, sperti apa, kok lama, dan beberapa pertanyaan aneh sering muncul.

Awalnya memang kayak orang frustasi banget. Yaa..maklum, saya bukan orang yang sabaran. Tapi lama-kelamaan saya ambil hikmahnya, yaitu :

ternyata segala sesuatu itu tidak ada yang langsung. Semua butuh kesabaran. Dan dari semua kesabaran yang pernah ada, kesabaran di bulan Ramadhan ini menjadi ujian/cobaan yang harus tetap dilalui, dan akan semakin berkah jika bisa dilewati dengan kuat. Dan selalu yakin, Tuhan tak pernah tidur, dan akan mengabulkan doa-doa kita. Ikhtiar dan berusaha sudah, tinggal berjuang lagi untuk tetap tawakal dan selalu berdoa. Insyaallah ada kabar gembira yang siap datang…Amin!!

Saya berharap, positif thingking tersebut mudah2n membantu saya yang sering tidak sabaran. Dan semoga, saya tidak lama2 menjadi pengangguran…amin!!! :)

Yang membaca tulisan ini, mohon bantuan doanya jg yaa… Sukses selalu untuk kita semua…amin!!! Terima kasih :)

Welcome for “PENGANGGURAN”.. :p

Udah lama banget ga update blog2 gw…

wah..wahh… maklumlah, kmrn2 sedang sibuk ngurusing Tugas Akhir, untuk Pendidikan D3 gw..tp alhamdulillah, tanggal 3 Agustus kemarin sdh sidang. (Makasih buat yang sudah membantu, mendoakan, dan mendukung.. ^_^)

Setelah beres,,baru kerasa sekarang2…

Ga ada kerjaan yg ribet dan sesibuk dlu, waktu zaman kuliah… Kerjaan paling beresin administrasi di kampus, selebihnya cm stay di rumah.

Mau keluar, ga ada duit,, Mau minta ortu, ga mungkin jg lha, kasian,, Yaa…bgnilah ternyata jadi pengangguran (padahal bru nganggur 6 hari..hahahaha… ^o^..)

Dah jadi pengangguran bgni, jadi merasa kyk orang ga guna. Seakan hanya bisa membebani, menyusahakan , dan merepotkan khususnya ke orang rumah (keluarga).. Semua temen2 sdh bergerak sndr, usaha utk tidak lama2 jadi pengangguran… Jarang terlihat kita dalam kebersamaan lagi.. KANGEN!!

Yaa… tapi bgmn lagi, jalani saja…

HIDUP, WAKTU, semua tetap mengalir..tinggal bgmn menjalani nya…

Mdh2n gw tidak lama2 menjadi beban dan jadi orang yg krg sdkt berguna… amin!!!

Good luck for me… wish me luck!! ^_^

Semua Tentang Kita

Peterpan – Semua Tentang Kita

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa

Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa

“untuk semua sahabat, teman, keluarga tersayang yang selalu mengisi hari-hari yang indah dan bermakna”

“kenangan, cerita, pertengkaran, keributan, perdebatan, menangis, tertawa, ejekan, hinaan, pembelaan, dan hal lainnya. Telah banyak cerita kita lalui bersama. Semoga kenangan manis ini akan tetap teringat di memori kita, tanpa termakan oleh waktu.”

Srikandi..wanna be her…

Srikandi yang merupakan tokoh wanita dalam dunia pewayangan jawa yang sangat terkenal.

Walaupun ia seorang wanita, tp keahliannya khususnya dalam keikutsertaannya dalam prajurit perang, menunjukkan pada kita semua bahwa wanita tidak selemah yang orang-orang sekitar kira.

Srikandi (Sanskerta: शिकण्ढी; Śikhaṇḍī) atau Sikandin adalah salah satu putera Raja Drupada dengan Dewi Gandawati dari Kerajaan Panchala yang muncul dalam kisah wiracarita dari India, yaitu Mahabharata. Ia merupakan penitisan Dewi Amba yang tewas karena panah Bisma. Dalam kitab Mahabharata ia diceritakan lahir sebagai seorang wanita, namun karena sabda dewata, ia diasuh sebagai seorang pria, atau kadangkala berjenis kelamin netral (waria). Dalam versi pewayangan Jawa terjadi hal yang hampir sama, namun dalam pewayangan jawa ia dikisahkan menikahi Arjuna dan ini merupakan perbedaan yang sangat jauh jika dibandingkan dengan kisah Mahabharata versi india. (bagi yang ingin tahu riwayat lebih lengkapnya bisa klik disini)

Srikandi sering menjadi inspirasi kehidupan saya. Bagaimana semangat dan perjuangannya dalam kehidupan, perlu kita contoh dan terapkan. Semoga semangat dan cita2 perjuangan selalu ada dalam setiap jiwa wanita di dunia

-Hidup hanya sekali. Maka lakukanlah sebaik mungkin yang kamu bisa lakukan(Quotes)-

Hadapi Tantangan Dengan Antusias

Hiu merupakan salah satu tantangan yg harus dihadapi para pelaut saat mengarungi lautan. Tak akan bisa dihindari, tapi hanya bisa dihadapi. Betapa semangatnya kadang para pelaut untuk menghadapinya. Dengan ke-antusias-annya, hiu pun dapat di atasi.

“Tuhan menjannjikan keselamatan pendaratan, bukan ketenangan perjalanan”

Maka, kita pun harus terus berjuang untuk selalu antusias menghadapi tantangan di depan mata. Berjuang untuk menjadi pemenang!!!

Tulisan ini dipersembahkan untuk kawan-kawan seperjuangan yang sedang mengalami kejenuhan akibat Tugas Akhir..yakinlah bahwa kita bisa!!!!

Posisi tidurmu seperti apa sih???

Bagaimana posisi Anda saat tidur?

Sebuah survey dari Inggris menyelidiki 1000 orang dan menunjukkan adanya hubungan antara gaya tidur dengan kepribadian seseorang. Jadi, apa gaya Anda?

Gaya meringkuk
Ini adalah posisi paling umum terutama di antara para wanita. Mereka yang tidur dengan posisi ini dikenal berkepribadian tangguh tapi tetap peka terhadap sekitar. Mereka mungkin terlihat pemalu tapi mudah akrab.

Gaya menyamping
Jika Anda tidur menyamping dengan kedua tangan di samping tubuh, Anda adalah orang yang pandai bergaul, mudah mempercayai orang, bahkan kadang mudah ditipu. Sekitar 15% orang tidur dengan gaya ini.

Gaya peminta
Sepertiga orang tidur menyamping dengan kedua tangan diletakkan di depan tubuh. Mereka dikenal berpikiran terbuka namun agak sinis, pencuriga dan keras kepala dalam pengambilan keputusan.

Gaya prajurit
Orang yang tidur dengan gaya ini tidur terlentang dengan lengan rapat disamping tubuh. Mereka disebut bersifat pendiam, tertutup, dan menetapkan standard tinggi untuk diri dan rekan. Mereka juga lebih sering mendengkur, yang membuat mereka mendapat tidur berkualitas lebih sedikit.

Gaya terjun bebas
Sebagian kecil orang tidur tengkurap, dengan bagian perut dibawah dan lengan di bawah atau memeluk bantal. Sedangkan kepala akan menghadap ke salah satu sisi. Orang dengan posisi tidur ini dikenal blak-blakan, supel, dan tidak suka dikritik.

Gaya bintang laut

Jenis gaya tidur yang terakhir adalah terlentang, dengan tangan di dekat kepala. Mereka dengan gaya tidur ini biasanya adalah pendengar yang baik, suka menolong dan tidak nyaman menjadi pusat perhatian. Mereka juga sering mendengkur dan kurang mendapat tidur berkualitas.

sumber : yahoonews

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.